Jumat, 31 Desember 2010

Laporan Social Care 2010

Ini laporan yang aku email ke si Luluk

MOTTO :
PEDULI SEPENUH HATI, be SOCIAL be CARE (wkwk apadeh ini. Jangan ketawa ya luk! Aku bingung soalnya)

KEGIATAN SEHARI HARI :

SURVEY 23 Desember 2010
Hari ini kelompok 3 dan 4 survey di Panti Wredha Pucang Gading. Setelah melihat-lihat suasana dan kondisi 8 bangsal didampingi Bapak Ali, kami berunding di ruang tamu depan. Membagi jadwal tugas menggunakan gulungan kertas. Berikut jadwal ruang tugas saya:
Senin: Anggrek (Saya, Ima, Luluk, Nia)
Selasa: Cempaka (saya, Hanan, Icha, Nia)
Rabu: Flamboyan (saya, Hanan, Nia)
Kamis: Cempaka (saya, Desy, Hana, Icha)


Senin, 27 Desember 2010

Hari pertama Soscare rasanya deg-degan dan gerogi sekali. Saya datang terlambat padahal rumah saya paling dekat dengan panti wredha. Teman-teman yang lain sudah datang berseragam OSIS lengkap. Karena datang terlambat, mereka mengerjai saya dengan menyembunyikan co card yang harusnya saya pakai selama di panti. Pukul 07.00 tepat dilaksanakan Upacara Luar Biasa kemudian dilanjutkan senam bersama para kelayan (sebutan lansia di panti). Kami bergegas ganti kaus dan celana training untuk senam. Pukul 07.45 menuju bangsal masing-masing. Hari ini saya di bangsal Anggrek. Setelah cium tangan dan berkenalan dengan kelayan disana, saya dan Nia membantu memasang sprei. Saya mengajak salah seorang kelayan berbincang bincang menggunakan bahasa Jawa krama. Ini pertama kalinya saya mempraktekan bahasa krama. Yah, walaupun terkadang jawabannya ngalor ngidul. Tiba-tiba saya dipanggil Pak Hariadi, pembimbing kami di panti.

"Ini lho, Mbah Minah mau kenalan.."

Hehe, saya kira mau menegur karna tidak kerja apa-apa. Saya pun menanyakan nama dengan bahasa krama.

"Eyang, asmanipun sinten?"

Eh beliau malah menjawab
"Mbah ga bisa bahasa Jawa, mbak.."

Alhamduluillah. Saya langsung mengobrol dengan lancar. Betah lama-lama mengobrol dengan beliau. Ternyata beliau asli Palembang, dan waktu saya tanya kenapa bisa sampai Semarang beliau menjawab "Yaa namanya juga orang, problemnya beda-beda" dan dari pernyataan itu Eyang Minah mulai bercerita panjang lebar tentang masa lalunya. Mulai dari Eyang yang dulu suka mencuri pepaya, mentimun, dan buah lain di kebun orang sampai cerita mantan pacar dan suaminya dulu. Eyang Minah mempunyai 6 orang anak dan 6 orang cucu. Beliau mengajari saya bahasa Palembang. Saya pun juga tak mau kalah, mengajari beliau bahasa Jawa. Oh iya, beliau menyanyikan lagu-lagu daerah Palembang seperti Angin Mamiri dan Anak Palembang untuk saya. Untungnya saya hafal lagu-lagu daerah itu. Tidak lupa, saya meminta Eyang menyanyikan soundtracknya saat masih berpacaran dulu. Suara Eyang Minah bagus, membuat seisi bangsal tertawa senang.

Saya juga berbincang dengan Mak Yem. Beliau berasal dari Tegal. Entah bagaimana, beliau langsung bercerita tentang kisah hidupnya yang sangat sulit. Saat hamil 3 bulan, suami Mak Yem diculik oleh Belanda dan tidak kembali sampai bertahun-tahun. Beliau bercerita hingga menangis. Saya jadi iba melihatnya. Kaki kanannya patah dan harus pakai tongkat.

Tidak banyak teman-teman soscare yang mendapatkan kesempatan untuk mendengar cerita para kelayan. Saya beruntung.

Selasa, 28 Desember 2010

Pagi ini setelah apel, senam seperti biasa bersama para kelayan. Saya bertemu Eyang Minah lagi dan langsung cium pipi. Hari yang penuh tantangan karena hari ini saya, Hanan, Icha, dan Nia bertugas di bangsal Cempaka yang notabene bangsal ketergantungan. Penghuni disana merupakan kelayan yang sudah tidak bisa mandiri. Jadi butuh kerja ekstra. Belum lagi bau pesing dan tidak sedap yang begitu menyengat. Namun kami di sini untuk mengabdi dengan ikhlas. Semangat! Untungnya kami berempat membawa masker.

Saat perkenalan, begitu banyak karakter unik dan berbeda antara kelayan satu dengan yang lain. Ada yang hobi angguk-angguk kepala, hobi jalan-jalan, hobi menyiram air di kamar mandi, hobi ngoceh, sampai hobi makan abu rokok. Pagi-pagi saja sudah ada 3 kelayan buang air besar sembarang tempat di waktu yang bersamaan. Kami dan mahasiswa-mahasiswi UNISULA dibuat heboh dan repot. Tetapi semua ini kami jadikan hal yang seru dan menyenangkan.

Pukul 11.00 kami mengantarkan makanan untuk para kelayan. Menu hari ini sayur asem dan botok petai cina. Bonus buah pisang. Yang menyenangkan, para kelayan makannya lahap sekali. Belum semua kebagian, nasi di piring sudah habis. Kami pun melayani mereka dengan mengambilkan minum satu persatu. Ada yang lucu, Hanan sempat disiram air minum oleh salah seorang kelayan yang agak kurang sehat akal.

eyang yang hobi mondar mandir di Bangsal Cempaka

kasian si eyang diserbu bocah2 -_-

Oh iya, hari ini jadwal kegiatan panti adalah Kesenian. Anak-anak SMA 3 ikut menghibur dengan berjoget di depan bersama eyang-eyang. Ketika acara kesenian usai, saya dan Hanan hendak membantu seorang kelayan menuju ke bangsalnya. Saat ditanya bangsalnya di mana beliau malah berjoget di depan dan melepas gandengan kami padahal acara sudah selesai. Apa boleh buat.


Rabu, 29 Desember 2010

Seperti biasa, berangkat pukul 06.45 lalu apel dan senam dua kali. Bedanya, hari ini sudah tidak gugup seperti kemarin-kemarin karena mungkin sudah terbiasa. Kali ini saya bertugas di bangsal Flamboyan yang katanya 11:12 alias beda tipis dengan bangsal Cempaka. Sama-sama bau pesing. Ah, tapi saya justru paling senang di bangsal ini karena sambutan kelayannya lebih ramah dan menyenangkan. Eyang-eyang disini baik-baik semua. Saya berbincang panjang lebar dengan Eyang Solo dan Eyang Cantik. Karena bangsal ini berisi kelayan yang keadaannya satu tingkat di bawah bangsal Cempaka, maka kami pun kesulitan untuk menanyakan nama. Eyang Solo asalnya dari Solo dan bicaranya juga sudah pasti bahasa Jawa daerah Solo, banyak kosakata aneh jadi saya terkadang hanya ikut tertawa kecil saat beliau tertawa dan pasang mimik serius saat nada bicara beliau mulai serius. Kalau Eyang Cantik bisa bahasa Indonesia jadi saya mengerti apa yang beliau ceritakan. Oh iya, suaminya merupakan salah satu korban dari tragedi G30S-PKI. Kasihan ya. Cerita mereka sangat seru dan membuat kami terharu.

eyang cantik di Bangsal Flamboyan
Pukul 09.00 ada acara rutin panti, yaitu bermain rebana. Semua anak SMA 3 juga ikut memainkan rebana di depan para kelayan. Kelayan yang menonton kami menjadi terhibur. Kami pun ikut senang melihat mereka senang. Walaupun ada juga yang sambil mengantuk. Wah, ini pengalaman pertama saya bermain rebana.


Kamis, 30 Desember 2010

Hari ini merupakan hari terakhir kami di Panti Wredha. Seharusnya jadwal saya di Cempaka lagi bersama Desy, Hana, dan Icha. Tetapi karena ini hari terakhir, kami sibuk mempersiapkan acara perpisahan. Kelompok kami dari SMA 3 memberikan kenang-kenangan berupa plakat dan tempat sampah sejumlah kelayan di panti. Kami sibuk menempeli kertas berlogo SMA 3 di tempat sampah tersebut satu persatu yang kemudian akan dibagikan kepada para kelayan.

Kamis, 23 Desember 2010

Eeh, aku kecelakaan lho!

Rabu, 22 Desember

Eh iya, aku lupa ucapin Selamat Hari Ibu ke mama masa. Ucapinnya baru pas pulang survey tadi, sore jam 5an. Eh lupa, TADI AKU ABIS JATOH DARI MOTOR LHOO. Pulang sekolah (tambahan maksudku, kan mau ujian, udah kelas 3) kelompok SOSIAL CARE ku ke Panti Jompo pada mau survey tempat ke Panti Wredha Pucang Gading. Yang kesana gabungan dari 2 kelompok jumlahnya 16 anak, banyak ya. Ada aku, hanan, ima, veda, mba cha, ike, luluk, hana, icho, dio, hanif, ulin, okta. Berangkat dari sekolah nebeng si hanan. Duh, mana ujan pula.

Pas nungguin Mba Icha beli bensin di Ahmad Yani situ, kami neduh sambil pake jas ujan. Kecuali Dio sama Okta engga pake. Waa romantis banget bonceng boncengannya pada sepasang coba, kaya orang pacaran (aku sama hanan engga lho tapinya, masih normal).

Terus begitu sampe di Pedurungan, depan AIKIDO SARUTAHIKO deket traffic light, si Hanan nge-rem mendadak. BROOKK motor ambruk ke kanan, dan kami berdua keseret. Aaaa keren banget ga sih?! Bapak bapak sekitar situ langsung pada nolongin. Orang orang pada ngeliatin. Ah, jadi malu X) Rombongan Soscare yang ada di belakang kami cuma si Dio sama Ike. Mereka langsung turun, mukanya shock apalagi si Ike. Wakakak kok kayanya aku malah girang banget gini ya. Ike bilang "untung aja di belakang kalian tadi mobilnya langsung brenti." lah ini aku ga mudeng maksud dia apa. Kata Ima kalo ada mobil ngebut, itu lebih bahaya bisa bisa ketabrak dari belakang. Huh, alhamdulillah. Aku yang ngerasa ga kenapa2 dan hanan juga, yaudah langsung lanjut perjalanan.

Sampe Panti Wredha Pucang Gading si Dio sama Ike cerita, dan yang lain heboh "kamu ga kenapa kenapa mbun??" perasaan aku biasa aja. Tapi ternyata siku kanan ku bonyok. Waduh, langsung kerasa pueeriih banget. Ima sama Hanan sibuk kasih aku tissue. Hanan alhamdulillah ga kenapa kenapa. Masa dia malah ga enak sama aku? Hee, kebalik han. Eh si Dio ceritanya ke temen temen gini:

"Hambun tuh ya masa abis jatoh malah ngekek, cengar cengir gitu?! Baru liat sekarang aku, orang abis jatoh malah ngekek"

Abisan tadi jatohnya asik tau!

Si Ike tanya:
"tadi kamu rasanya ndak deg degan, shock gitu?"

Jujur, aku ga shock sama sekali. Seneng, dapet pengalaman pertama kecelakaan. Yah, walopun naudzubillah. Yang aku pikirin pertama kali pas keseret tadi, adalah posting di blog wkwk beneran.

Eh iya, surveynya asik lho! Puter puter panti sambil cium tangan sama eyang eyang. Terus pas ke bangsal eyang kakung, ada eyang eyang yang lagi telanjang bulat. Yang cewe cewe langsung shock. Disana udah ada banyak anak anak dari UNISULA, UNIMUS, SMK 8 yang praktek kaya kami juga. Cuma mereka sampe berbulan bulan, kalo kami cuma 4 hari.

Abis keliling panti, kami rapat di ruang tunggu situ. Terus dikasih pengarahan dari Pak Hariadi, orang panti. Udah jam 3 sore, semuanya kelaperan. Yaudah pamit, terus cari makan bareng bareng. Kebetulan di seberang panti ada jualan Bakmi Surabaya. Favorit banget! Makan rame rame deh. Tapi bakminya kemanisan ih.

Sambil bahas transport pulang. Si Hanif ketuanya. Yang cewe cewe rumahnya jauh ditanyain pulang naik apa, pokoknya jangan sampe ada yang naik angkot. Salut sama Hanif wkwk. Pas si Hana ditanyain.

"aku naik Ulin."

Ulin shock.
"He?"

Hana polos.
"nebeng sampe Simpang Lima aja"

Ulin masih ga rela.
"Haa??... Hhh, yo wis.. lah"

Aku ngekek. Si Ulin kan rumahnya daerah deket situ. Jauh banget kalo ke Simpang Lima segala. Terus keluar ide brilian dari aku.

"lho Cho, kamu nebengin siapa"

"rak ono"

"lah kenapa si Hana ga nebeng kamu aja?"

"lha wong dia maunya sama Ulin, yo wis to" (Icho ngerasa tak diinginkan wkwk)

Kami heran.
"YA GA GITU DONG, CHO. Yaudah han, kamu nebeng Icho berarti"

Semua dapet tebengan pulang. Aku sama Dio (takut luar biasa sebenernya), Ima sama Okta, Veda sama Hanif, Hana sama Icho. Ulin, Hanan, Luluk, Mba Cha bawa motor sendiri. Besok tanggal 27 ke panti lagi, mulai soscare beneran. Semoga lancar, amiiin. Udah jam 5 sore, kami pun pulang dengan selamat.

Makasih ya Allah, masih dikasih selamat dari bahaya. Makasih, makasih, makasiiiih.

Rabu, 15 Desember 2010

Aku Shock

Selasa, 14 Desember

Mulai Senin kemarin udah ga ada pelajaran di kelas, classmeeting. Bosen banget rasanya. Abis ulangan praktik fisika di kelas Pak Narno, aku iseng maen KOKOLOGI bareng Abul, Dila, Hanan. Hehe agak aneh juga sih tapi asik. Eh si Hapsa nimbrung. Ujung ujungnya malah seisi kelas ikutan nimbrung maen KOKOLOGI. Rameee banget dan jawabannya lucu lucu aah, kebanyakan emang ngepas sama kepribadian kita. Kemarin, abis main kokologi ini aku, Hanan, Dila, Cik Eva, Cik Me cabut ke Gramedia 'amaris' depan sekolah. Padahal pintu gerbang dijaga anak anak SSC (adek kelas) tapi kami tetep aja sok cool. Tadinya ada anak SSC yang hampir nyamperin, tapi temennya yang lain bilang "eh eh, gapapa rak wis kan kelas 3" WAHAHA jadi berasa senior B-)

***

Hari ini classmeet tambah bikin bosen. Mana kelasku kalah futsal lawan IA 9 pula, ih apaan tuh padahal jelas jelas IA 8 lebih keren wkwk. Bosen ga ngapa ngapain di sekolah, jam setengah 12 aku ajak Beti Prita pulang. Aku samperin ke basecamp mereka di Chemistry1 bareng si Abul.

Begitu di depan pintu aku ngeliat si Beti sama Prita lagi ngadepin komputer kelas sambil senyam senyum ga enak ke aku. Trus Beti suruh aku masuk ke kelasnya. Yaudah aku masuk aja tapi ngelongok ngelongok dulu takut masih banyak anak anak IA 9 disitu, kan malu. Eh taunya pas aku ngelongok, banyak anak anak cowo IA 9 yang telanjang dada! Ga pake baju gara gara abis futsal mungkin. Sintiiiing. Aku yang shock langsung malu malu kucing keluar lagi. Sial banget si Beti malah ketawa ketiwi.

Aku nungguin di depan kelas. Eh si Prita keluar, bilang kalo mereka lagi buka blog ku! Dan LCD di kelas dia nyala. Ya Allah, ini apaan coba?! Jadi Beti, Prita, sama anak-anak-cowo-ga-pake-baju itu mandengin layar LCD daritadi bacain blog alay inii bareng bareng??! Badanku gatel gatel rasanya, malu sampe mampus. Parahnya kata Beti dia bacain yang ITUU. Aku kesel sama Beti. Quote kami, "PERSAHABATAN BAGAI KEDONDONG" jadi luarnya mulus tapi dalemnya berduri tajem, persis kaya apa yang Beti lakuin buat aku (weks, najis). Iya, persahabatan kami semasam buah kedondong.

Shock selanjutnya..
Pas di BRT kan aku berdiri pegangan tiang. Ujan deres dan jalanan daerah Gayamsari, belokan mau ke Tol banjir parah. Aku liat ada eyang eyang kakung naik sepeda dengan santainya pake kacamata item, nerjang banjir. Tapi tiba tiba roda depan sepeda tadi nungslep ke bawah, tenggelam dan lama lama kepala eyang tadi juga ikutan nungslep sampe akhirnya yang keliatan cuma roda belakangnya, posisi diatas air. Si Eyang ga sadar kalo yang dilewatin itu selokan gede. Ya Allah, kasian bangeeet tapi aku geli juga ngeliatnya. Heboh deh aku di BRT.

Ih, badanku dari tadi merinding mulu, kedinginan. Biasanya kalo udah begini, itu firasat. Eh beneran cobaaa. Yaudah ah, ga penting juga. Besok aku mau meliburkan diri lhooo, mamaku ulang taun yeyeye :D kasih ucapan doooong aah.

Aku jadi inget sesuatu, taun lalu, tanggal segini jam segini (23.05) aku sama SAPI SENAM lagi di bus perjalanan ke Bali. Udah pada teler semua kecuali aku, Rizki Eka, sama Fauzan. Mereka ngobroool terus. Aku ga bisa tidur di bus. Aaah aku kangen :'(

Sabtu, 11 Desember 2010

Pendek dan Ngapusi

Sabtu, 11 Desember

Siapa yang ga sakit ati sih kalo dikatain PENDEK dan KIBUL. Sakit ati banget tauk. Ini yang mau aku ceritain, yang kemarin aku bahas dikit di postingan sebelumnya.

Kejadiannya hari Sabtu minggu lalu tanggal 4 Desember 2010. Pulang dari traktiran si Riang dan Kem aku naik BRT sendirian. Sampe shelter Ciputra, tiba tiba rombongan bapak bapak kuli bangunan masuk. Ih sesak napas seketika. Beneran, aku digencet sana sini. Terpaksa aku gandul, engga pegangan tiang deket pintu. Si bapak kuli sebelahku ngajak ngobrol.

"Turun mana mba?"
"saya turun manunggal jati, pak"
"manunggal jati? Daerah mana ya itu?"
"daerah Pedurungan, pak"

Si Bapak diem bentar.
"oh, zebra?"

Ha? Aku bingung.
"masih kesana lagi dikit, pak"

Bapak tadi ngeyel.
"he'eh to zebra, bener zebra to berarti. Kandani, aku ki ngerti nek zebra" (iya kan zebra, bener zebra dong berarti. Dibilangin, saya tuh tau kalo zebra)

Aku iyain aja. Sambil senyum maksa.
"ha? Ehe, iya deh pak"

Naik bus tangan gandul gitu emang nyiksa. Apalagi buat orang yang ga tinggi (bukan pendek) Sumpah ga enak banget. Si bapak sok akrab lagi.

Bapak: "ora gaduk yo mbak? Kesel ki mesti.." (ga nyampe ya mbak? Cape nih pasti)

Aku senyum maksa.

Bapak: "kowe karo aku jek dhuwuran aku yo. Ki aku wae gaduk" (kamu sama aku masih tinggian aku ya. Nih aku aja nyampe)

Senyum maksa lagi.

Selang beberapa menit, aku beneran udah ga kuat pegangan atas gitu, pegel.
"maaf pak, saya boleh pindah yang deket tiang?"

Buset, jujur aku gengsi. Harga diri, za! Harga diri.

"oh yo yo, kene mbak kene. Mesakke. Dhuwurmu pira to mbak?"
(oh ya ya, sini mbak sini. Kasihan. Tinggimu berapa sih mbak?)

Aku diem.

"mesti sekitar 145 to. He eh to.. Nek 150 wae ki wes ketok dhuwur. Iyo to, 145 mbak. Aku wae 165 lho"
(pasti sekitar 145 kan. Iya kaan.. Kalo 150 aja tuh udah kelihatan tinggi. Ya kan, 145 mbak. Aku aja 165 lho"

Bodo amat.

15 menit kemudian, mas BRT setengah teriak.
"ZEBRAA, ZEBRAA, ADA YANG TURUN? PERSIAPAN TURUN"

Si bapak tadi sok taunya kumat.
"turun, mas. Ini mba Resa mau turuun"
(please deh pak, nama saya RIEZA)

Aku shock.
"Hah? Engga pak, saya turun Manunggal"

Si bapak malah nyalahin aku.
"Lho to ngapusi aku to, mau jarene mudhun Zebra. Alaaah, ngapusi"
(tuh kan bohongin aku kan, tadi katanya turun Zebra. Alaaah, kibul"

Hhh terserah bapak, saya enek.

Selebrasi di Akhir Semester

Jumat, 10 Desember

YEAYEAYEEE ujian akhir semester selesai juga. Dua minggu ga kerasa ya cepet banget. Ha? GA KERASA APANYA WOI? Sampe budrek nih aku dua minggu semesteran. Makanyaa hari Jumat terakhir ini aku, Beti, Prita, Ulya janjian nonton Harry Potter 7 (cupu banget belum nonton heheh) di PARAGON pulang sekolah.

Ujian selesai jam 9 padahal PARAGON baru buka sekitar jam 10, yaudah kami nunggu di sekolah dulu sambil ngobrol. Begitu udah jam 10 kami langsung berangkat, jalan kaki kan deket banget sama sekolah (sombong). Ternyata barengan sama rombongan cewe cewe cantik SMA 3 ada Sherly, Indi, Uniek dan kawan kawan. Pas mau masuk, si satpam mall sirik banget bilang "Operasi lho operasii.." dikira cabut karna masih jam segitu. Kami santai aja. Si Sherly malah bilang "Oh iya pak, nanti kalo saya udah jadi dokter, operasi" haha gila.

Sampe sana XXI belum buka ternyata, muter muter dulu. Trus aku ngeliat ada spanduk gede buanget di tengah mall NOW OPEN BEE's at PARAGON discount up to 70% ah yaudah makan di BEE's aja biar kenyang. Padahal tadinya si Beti sama Prita mau makan pancake di Robuchon katanya enak banget. Di BEE's ketemu si Sherly lagi. Trus kami pesen makanan. Aku bingung, tadinya pengen Bulgogi Box tapi takut ga enak, trus aku pesen Chiken Box deh. Si Ulya juga sama, si Beti Beef Box, kalo Prita pesen Golden Box. Sebelum bayar harus ambil gulungan kertas yang dimasukin ke dalem akuarium bulet dulu. Itu diskonannya. Aku hoki banget dapet 20% padahal kebanyakan cuma 10%, si Ulya sama si Prita juga cuma segitu. Tapi si Beti, sahabat-lebih-kecil ku juga hoki dapet 20% heheh. Intinya, orang kecil selalu lebih beruntung daripada yang tinggi wakakak. Amiiin. Eh aku cuma abis 15rb lhoo, yang lain 20 ke atas wkwk

Pas makan..

Jadi isinya itu potongan ayam dibalur tepung disiram bumbu barbeque ditaroh diatas nasi. Disamping2nya ada salad sayur, kerupuk aneh, sama tahu dibalur tepung. Biasanya sih tahu pong. Makannya pake sumpit (penting ga sih?)

Beti: "ini tahu ya?"
Aku: "iyaa. Eh ini tahu bakso apa tahu pong sih? Kok padet?"
Ulya: "kayaknya tahu susur deh" (noraknya kumat)

Belum lagi si Prita. Dia kan pesen Golden Box katanya ga ada tahunya, adanya ayam. Terus dia pamerin ke kami. "eh ini aku kata mbaknya ayam lho, ayaam" kami cuma liatin si Prita yang lagi sibuk gigitin yang-katanya-ayam itu. Dan abis gigit muka Prita polos banget sambil bilang "IH TAHU IK" wakakak ternyata pesenan dia salah. Trus panggil masnya, kata si mas itu Bulgogi bukan Golden yang dia pesen. Tapi kata Beti tadi dia bilangnya Bulgogi bukan Golden di struck juga tulisannya Bulgogi. Hehe, aneh aneh aja.

Abis makan langsung pesen tiket di XXI. Yang ngantri si Prita sama Beti. Ketemu Nonik, Ririn sama temen temennya mau nonton Rapunzel 3D. Tiket di XXI 5rb lebih mahal daripada di 21 tapi emang beda sih, beda banget. Udah dapet tiket kami naik ke lantai atas, mau ke toilet dulu biar ntar ga kebelet pipis. Abis itu duduk duduk di depan cinema 4 trus foto foto tapi hasilnya gelap semua. Ngakak ngikik kenceng banget, taunya udah banyak orang di belakang kami. Ih malu. Di XXI lagunya bagus bagus deh.

Jam 12 Harpot main, langsung masuk ke cinema 3 cari seat sesuai tiket. Aku duduk di tengah, C5 tadinya sebelahku si Ulya tapi Beti minta tuker sm Ulya, dia maunya sebelahku wekwekwek. Soundnya bagus banget, jadi bikin spot jantung. Daritadi kami ketawa ngikik mulu padahal ga ngerti apa yang diketawain. Eh iya, filmnya keren tapi terakhirnya nanggung dan bikin penasaran. Iyalah, lha wong namanya aja baru part 1 mesti nanggung.

Keluar bioskop ke toilet lagi trus ke mushalla, mau shalat Dzuhur udah jam 14.10. Baru sekali ini aku nyobain mushallanya PARAGON, bagus tauk. Masih bersih. Kalo mau pinjem sajadah dan mukena harus pake kartu pelajar. Mukenanya wangi, tapi aku ga pinjem kan udah bawa sendiri. Selesai shalat aku minta bluetooth in foto foto di XXI tadi, kapan kapan aku upload. Pas mau turun ketemu si Nonik dan kawan kawan katanya di luar ujan deres banget. Ah yaudah duduk duduk aja di situ dulu, nunggu ujan reda baru pulang.

Udah jam 3 sore ujan belum reda juga. Aku, Nonik, Ulya shalat Ashar sekalian. Beti Prita cari makan kecil di Robuchon. Ah dasar orang berduit wkwk. Akhirnya setelah lama nunggu ujan, kami mutusin mau nekat aja ujan ujanan lari ke shelter BRT. Idih buset, masa banjir coba? Ya engga banjir yang segitunya sih, cuma sematakaki. Payah banget, sepatu penuh isi air. Begitu sampe halte, kata mba mba BRT, busnya ga lewat Pemuda karna ada acara di KODAM situ. Sialaan.

Kami menggembelkan diri ujan ujanan gitu. Terpaksa naek bus biasa sampe Lawang Sewu trus ngangkot. Eh busnya bablasin kami sampe Domsav sial banget. Jalan lagi deh trus naek angkot. Huhh, berangkatnya aja nge-mall, pulangnya nge-gembel. Tapi asik bangeeet hari ini. Selama 14 tahun jadi tetangga sebelah si Prita, baru sekali ini kami jalan bareng hehe.

Udah mau ujian, ini harus yang terakhir kali buat seneng seneng.

Kamis, 09 Desember 2010

SS at SS

Sabtu, 4 Desember

Walopun hari udah sampe Sabtu, tapi ujian akhir semester belum berakhir juga. Ah yang penting hari ini aku mau seneng seneng dulu. Pulang sekolah si Riang sama Kem mau traktir 'the bitches' SAPI SENAM jadi kami kumpul dulu di depan koperasi. Yang ikut banyak, ada aku, azka, nichan, faila, nonik, abul, ririn, ayu, sarah. Eh iya tadinya si Dila (temen sekelas) ngajakin ke acara Semarang Great Sale di depan sekolah itu tapi aku bilang mau kumpul IPA 6 eh dia jealous masa. Kata Dila "heh sekarang tuh udah XII IPA 8 bukan XI IPA 6 lagi" aah bilang aja sirik wehehe.

Trus berangkat naek motor, aku bonceng si Kem. Mau ke Sirlo Steak, tempat makan steak baru di deket sekolah, daerah Indraprasta. Pas di Imam Bonjol aku liat ada petshop aneh. Tulisannya PETSHOP & EKA tuh kan aneh dan yang bikin ngakak, kenapa musti EKA? Rizki Eka kayanya emang yang paling pas kalo dijejerin sama PETSHOP wkwk becanda don! Di tengah jalan aku udah reflek panggil si Azka, kekasih hatinya. Ih pasti dia ga terima banget pacarnya dilecehin.

Sampe Sirlo Steak kami pilih di tempat lesehan biar lebih asik. Trus sibuk geserin meja, jadi 11 anak bisa gabung. Sirlo Steak yang tadinya tenang dengan lagu lagu pengiringnya, kami dateng langsung bikin geger. Semua pesen tenderloin steak, tapi toppingnya beda beda. Aku pengen yang pake mushroom. Ada juga yang pake topping cheese. Trus minumnya pake bonusan teh botol hehe irit ya. Aku baru sadar kalo logonya Sirlo Steak itu SAPI trus ada huruf SS ih SAPI SENAM BANGET GITU LOH (nada gahul)

Steaknya enak deh, tapi porsinya kurang nampol wakakak. Tiba tiba ada mas mas Sirlo Steak datengin tempat kami dan nanyain.

Mas SS: "Maaf mba, ini lagi acara apa ya?"
Kami: "ulang taun mas, traktiran"
Mas SS: "Oh ulang taun ya.."
Aku: "engga mas, khitanan"

Eh si masnya langsung pergi gitu aja. Ga bilang apa apa lagi.

Kami: "LHA TERUS KENAPA MAAS?! zz"

Taunya dapet gratisan milkshake strawberry. Asik, walopun cuma buat yang ulang taun.

Mas SS: "Yang ulang taun yang mana nih?"
Kami: "banyak mas, itu sama itu"
Mas SS: "walah, ada dua to. Bentar yaa tak ambilin lagi"
Riang: "mas, yang coklat aja dong. Ada ga?"
Mas SS: "lho jangan, yang strawberry aja!"
Aku: "ah bilang aja yang strawberry ga laku"

Waa temen temen langsung nyalah nyalahin aku katanya ga boleh asal nyeplos. Ih tapi kan emang bener. Dunia bisnis emang begitu. Kami mangkal (kata mba si Nichan ini bahasa bencong) di sana luamaa banget. Iyalah ngobrolin guru sih ga ada habisnya wakakak. Ketawa mulu ga selesai selesai. Ternyata guru guru itu punya karakter yang selalu bisa bikin ngakak dan berkesan buat para murid ya. Lama udah ga ngadepin guru yang sama, jadi buanyak banget cerita cerita yang beda buat dishare bareng.

Dari Sirlo Steak balik ke sekolah lagi buat shalat Dzuhur dan lanjut jalan ke Semarang Great Sale di Pemuda. Nah pas udah selesai shalat, ada yang bikin heboh.

Sarah: "kancingnya si Nia tuh udah kebuka daritadi yo, sejak kita makan"
Nia: "lha kamu ga bilang ke aku og" (ngerengek)
Sarah: "aku tadi udah mau bilang tapi kalian ngelawak terus jadi ya aku kelupaan lagii"
Riang: "pantesan tadi masnya tukang parkir mukanya agak gimana gitu"
Ayu: "mukanya mesum!"
Azka: "mesum ngeliatin nichan ya masnya?"
Riang: "iya yoo.. Pantesan tadi pas kita nanya bayar parkirnya berapa masnya bilang gopek juga boleh sambil senyum senyum gitu"
Aku: "HUAHAHAA iya ya masnya tadi bilang LIMA RATUS JUGA BOLEH"
Nia: "IIHH JAHAAAATT"
Aku: "pantesan tadi kita dapet bonusan mulu. Jadi kita tadi dapet voucher pelajar, dapet teh botol, dapet milkshake itu berkat NICHAN"
Kami: (ketawa sampe mampus, sampe jatoh, sampe ga bunyi lagi)
Nia: "Ah, please to JANGAN KALIAN CERITAIN DI BLOG. Please to, aku maluuu"

Wakakak, maap ya nichan ini kan buat seru seruan aja. Abis shalat kami ke depan sekolah, lagi ada Semarang Great Sale. Di sepanjang jalan Pemuda berjajar stand stand mulai dari makanan, minuman, baju batik, tas, sampe mobil pun juga ada. Di seluruh tempat hiburan, restoran, hotel, golf, pasar krempyeng di Semarang bakal ada diskon gede gedean selama bulan Desember lho. Asik tauk.

Pulangnya naik BRT idih buset sesak banget. Ga tanggung tanggung ini penuh sesak sama bapak bapak kuli bangunan. Rasanya pengen turun aja, tapi sayang duitnya lah. Tumben tumbenan ada kuli di BRT. Ah sial banget bau ketek semua, jadi sedih. Noleh kanan cium kuli, noleh kiri sama aja. Bener bener payah. Mana aku dikatain pendek dan ngapusi pula sama si bapak kuli. Asem bangeeeet. Aku males ceritainnya, ini pengalaman terburuk di BRT.

Tapi hari Sabtu ini jadi hari termanisku selama seminggu. Makasih SapiSenam kuu..